Logo

Workshop KKG-PJOK, Kisi Soal PJOK Harus Berdasarkan Buku Pegangan, bukan Buku Tema

 

HUMAS - Sebanyak 66 pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (KKG - PJOK) dari 33 Kecamatan di Kabupaten Malang  mengikuti pembinaan guru PJOK di Aula Panji Kamis (12/09). Kegiatan ini dimaksudkan agar guru PJOK benar-benar memahami  pembuatan kisi-kisi soal PJOK. 

Narasumber yang dihadirkan di acara ini yakni Pengawas SD Kecamatan Donomulyo, Bapak Sumarno dan Ketua KKG PAI Kabupaten Malang Bapak Asmi Jaya.

Di kegiatan ini, peserta secara berkelompok mempraktekkan langsung pembuatan kisi-kisi soal PJOK dan pengeditannya. Peserta dibagi menjadi enam grup dan masing-masing diberi tugas membuat kisi-kisi soal dan pengeditannya mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 SD.

Salah satu peserta pembinaan, Guru PJOK dari SDN 2 Sumbersekar Dau Ibu Karyati sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu guru PJOK, terutama dalam hal pembuatan kisi-kisi soal. 

"Saya harap kedepannya juga ada workshop tentang membuat RPP PJOK Kurikulum K13. Biar satu kabupaten sama semua RPP nya sehingga memudahkan kita dalam membuat soal beserta kisi-kisinya,"ujarnya.

Sementara itu, Bapak Sumarno menjelaskan bahwa melalui Permendikbud nomor 24 tahun 2016,   PJOK, Matematika, dan Bahasa Daerah adalah mata pelajaran, bukan muatan mata pelajaran. Untuk PJOK, dikatakanya, berlaku mulai kelas 1 sampai 6 SD.

"Perbedaanya, muatan mata pelajaran adalah pelajaran yang diambil dari buku Tema Kurikulum 13. Kalau mata pelajaran adalah pelajaran yang berdiri sendiri (buku pegangan guru dan siswa) kurikulumnya tetap 2013,"jelasnya.

Menurutnya, buku yang seharusnya dibuat rujukan dalam menyusun soal PJOK  adalah buku pegangan guru dan buku pegangan murid, bukan buku tema.

"Saya menyarankan dalam hal penyusunan naskah UTS dan UAS mengacu pada buku pegangan guru dan siswa, bukan buku tema,"tegasnya.

Pemateri lain, Bapak Asmi, memberikan materi mengenai pembuatan kisi-kisi soal PJOK. Selain itu, beliau juga memperkenalkan dua aplikasi di playstore yakni barcode scanner dan screen mirror. 

"Barcode scanner ini untuk memudahkan bapak ibu memahami materi pelajaran melalui video Youtube. Sedangkan, screen mirror untuk memudahkan bapak/ibu menampilkan tampilan smartphone di komputer/laptop,"katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang SD, Bapak Slamet suyono berharap nantinya peserta dapat menciptakan  tertib administrasi di bidang keolahragaan serta menggali potensi siswa untuk terus menerus dikembangkan sehingga mampu berprestasi.(sus)

Berita
Kadisdik Bapak Rahmat Sebut Dua Skala Prioritasnya adalah Pendidikan Karakter dan kawasan Ekonomi Khusus

HUMAS - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr. Rachmat Hardijono, S. Sos.M.Si menjelaskan ada dua skala prioritas yang akan menjadi fokusnya ...

Berita
Museum Ganesya, Laboratorium Kehidupan Masa Lampau

  HUMAS -  Obyek wisata sejarah dan budaya di Malang bertambah. Museum Ganesya yang b ...

Berita
Atlet Kabupaten Malang Juara Bertahan Atletik Kids Nasional

  HUMAS - Atlet pelajar Kabupaten Malang kembali mampu menunjukkan kelasnya di ajang keju ...