Logo

Tingkatkan Minat Belajar, Guru PAI Ikuti Workshop Media Pembelajaran Digital


HUMAS - Ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mendapatkan pengayaan model-model pembelajaran berbasis teknologi digital. Mereka menjadi peserta Workshop Model dan Media Pembelajaran yang digelar di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Rabu-Kamis (18-19/9/2019). 

Dalam workshop ini guru peserta banyak dibekali model-model dan media pembelajaran, khususnya yang memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu, juga diberikan sosialisasi pendidikan antikorupsi. 

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Malang, Ali Masngut MAg mengungkapkan, workshop guru PAI ini dilaksanakan empat gelombang, 17-18 September dan dilanjutkan 24 dan 25 September 2019. Pesertanya sekitar 700-an guru yang mengajar di SD Negeri dan Swasta. 

"Guru PAI juga harus menguasai sarana mengajar berbasis IT. Pembelajaran tidak hanya teks, tapi juga bisa memanfaatkan audiovisual dan media digital. Dan, nyatanya guru PAI tidak gagap media pembelajaran seperti ini," ungkap Ali, Rabu (18/9) siang. 

Ali menjelaskan, model pembelajaran dengan media digital yang harus dikuasai adalah aplikasi Quizziz, yakni kumpulan soal yang dikerjakan langsung dan muncul skornya. Hal ini bisa diulang-ulang sampai siswa benar-benar bisa menguasai materi pelajaran. 

Media lainnya, lanjutnya, adalah aplikasi panduan belajar Schoology, yang bisa menampilkan materi yang bisa dipelajari dan CBT atau tes berbasis komputer. Menurutnya, pemanfaatan media pembelajaran digital ini untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0. 

"Konten dan materi soalnya bisa dibuat dan dikembangkan sendiri guru. Yakni, yang menyangkut kurikulum Kompetensi Inti (KI) 3, yaitu aspek pengetahuan," beber Ali. 

Media pembelajaran ini bisa dimanfaatkan free dan open access. Sehingga, kalau mau menambah materi soal, guru bisa membuat dan dijadikan konten dalam aplikasi. 

"Jadi, bisa juga menjadikan guru lebih kreatif, tiap mau ngajar malah bikin soal baru," kata Ali. 

Meski mudah dilakukan, menurutnya sebagian guru PAI masih mengalami problem kasuistik. Terutama, jika di lembaga sekolah kurang bagus jaringan internet, komputer, dan siswa tidak memiliki perangkat android. 

Sekretaris KKG PAI, Bahroddin MPdI mrnambahkan, pemanfaatan media konten soal ini sudah banyak berjalan saat pembelajaran. Bahkan, ia mendapati siswanya lebih antusias belajar.

"Media ini juga bisa jadi sarana belajar mandiri. Anak-anak bisa diminta kerjakan soal secara online. Tugasnya cukup dikirim memanfaatkan aplikasi messanger melalui grup whatsapp kelas," katanya. [min]