Logo

Diknas Gandeng LKP Ganesha Gelar Pelatihan Menyulam

 

Humas - Menyulam merupakan satu versi dengan membordir, tapi menyulam dan membordir itu beda. Baik menyulam maupun membordir adalah membuat hiasan dari benang. Bedanya menyulam menggunakan tangan sedangkan membordir adalah menggunakan mesin.

"Sekarang ini baik menyulam maupun membordir sangat populer. Banyak motif batik terbaru dan kaos oblong diaplikasikan dengan menyulam. Dengan memberi ketrampilan dasar, peserta pelatihan bisa mengerjakan sendiri di rumah. Jadi menghemat pengeluaran. Ini yang melatarbelakangi kegiatan ini,"ujar Pimpinan LKP Ganesha, Dra Naila Chamidah di acara Pelatihan Menyulam yang digelar di Pendopo Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Jumat (14/06).

Dijelaskannya, peserta pelatihan akan diajarkan teknik dasar menyulam. mereka diajarkan materi memindahkan pola ke kain, menyulam, finishing serta disiplin dan etika kerja. Peserta pelatihan ini sebanyak 250 0rang yang terdiri dari 90% guru TK dan 10% masyarakat umum dan siswa cacat dari SLB yang sama sekali belum menguasai teknik menyulam.

"Pelatihan ini diadakan dua hari, hari pertama mereka diajarkan praktek dasar menyulam dan hari kedua peserta diajarkan teori dan latihan untuk menghadapi uji kompetensi tanggal 24 Juni ini. Nnati setelah itu mereka akan mendapatkan sertifikat dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,"lanjutnya.

Dengan sertifikat itu, dia menambahkan, peserta didik diharapkan bisa mengembangkan diri di rumah untuk menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis sehingga bisa membantu perekonomian mereka. Juga jika mereka bekerja sebagai TKW keluar negeri, tidak hanya sebagai pembantu rumah tangga tapi juga bisa bekerja di sektor garmen.

"Nanti tanggal 21 Juli 2019, LKP kami akan mengadakan uji kompetensi untuk 1000 orang secara gratis. Program yang akan dilatih dan diujikan adalah membatik 500 orang, menyulam 200 orang, memotong rambut 100 orang, hantaran 100 orang dan komputer 100 orang. Itu gratis karena kita dapat kuota dari Kemendikbud. Mohon pihak Dinas Pendidikan menginformasikan hal ini ke masyarakat umum,"pesannya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M Hidayat MM menuturkan kegiatan ini dilakukan untuk memberdayakan ibu Rumah tangga dengan berwirausaha menyulam. Potensi Ibu Rumah tangga dengan jumlah yang besar diharapkan dapat membantu para kepala rumah tangga, menopang kebutuhan inti dan tambahan dalam Rumah tangga.

" Satu hal terpenting ketika mau mendalami sulam adalah rutin berlatih. Tak ada patokan waktu yang pasti. Sebab, kemajuan dalam keterampilan ini amat bergantung pada usaha orang yang bersangkutan,"pesannya. (sus/dhn)