Logo

Berhasil Turunkan Angka Stunting, Kabupaten Malang Menjadi Pilot Project Penuntasan Stunting Nasional

 

HUMAS - Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Pendidikan Keluarga Bertema " Dalam Upaya Penuntasan Stunting dan 1000 Hari Pertama Kehidupan " di Aula Panji Rabu (25/09).

Kegiatan ini menghadirkan unsur-unsur penting dari 10 locus desa stunting di Kabupaten Malang seperti PKK 10 orang, Penilik 10 orang, Bidan Desa 10 orang, Kepala Desa 10 orang, dan Pengajar PAUD 60 orang.

"Locus desa stunting adalah desa-desa yang mendapat perhatian khusus pemerintah karena memiliki angka penderita stunting yang tinggi. 10 Desa itu adalah Desa Mentaraman (Donomulyo), Desa Dilem (Kepanjen), Desa Codo (Wajak), Desa Dalisodo (Wagir), Desa Pandanrejo (Wagir), Desa Sumbermanjingkulon (Pagak), Desa Madiredo (Pujon), Desa Ardimulyo (Singosari) dan Desa Kedungrejo (Pakis) ,"ujar Ibu Mutmainnatul Izza, Ketua Pelaksana Kegiatan.

Dijelaskannya, kegiatan ini sebagai upaya untuk menuntaskan stunting terutama di 10 locus desa stunting di Kabupaten Malang. Selain itu, untuk mempersiapkan program Indonesia generasi emas yang cerdas dan sehat.

"Untuk mewujudkan generasi emas yang cerdas dan sehat harus dimulai dari pengasuhan yang baik sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan ini,"tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Bapak Ahmad Wahid Arif, sangat bangga sekali atas prestasi yang diperoleh Kabupaten Malang sebagai pilot project nasional pemberantasan stunting. Menurutnya, prestasi yang diperolehnya saat nini tidak terlepas dari kerjasama yang baik dari semua pihak yang membantu.

"Ada tiga kabupaten sebagai pilot project stunting nasional. Selain Kabupaten Malang, juga ada Kabupaten Sambas dan Tapanuli. Untuk Kabupaten Malang, angka stunting telah turun dari 28% ke 16.5% pada Bulan April 2018. Hal inilah yang mengantarkan Kabupaten Malang meraih prestasi percepatan dalam penanganan stunting nasional,"terangnya.

Indonesia, lanjut dia,  memiliki program generasi emas di tahun 2045, artinya anak-anak Indonesia harus sehat , cerdas, dan berkualitas.  Untuk mencapai ini, katanya, semua pihak harus bekerjasama untuk menurunkan angka stunting.

"Saya sangat berterimakasih kepada unsur-unsur yang hadir di acara ini. Dari guru PAUD, Kepala Desa,  bidan desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, penilik, dan PKK dari 10 locus desa stunting. Kalianlah unsur-unsur penting yang kami undang disini. Berkat kalian semua, Kabupaten Malang menjadi pilot project nasional,"ujarnya.

Di kegiatan ini, peserta juga diberi pre dan post test tentang kesehatan. Test ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan mereka. Selain itu juga digelar forum group diskusi terkait 1000 HPK. Diskusi ini membahas langkah-langkah dalam penuntasan stunting.(sus)

Berita
Lombakan Siswa Berprestasi, Dindik Gali Talenta Pelajar Berpotensi

  HUMAS - Ajang Lomba Siswa Berprestasi (LSB) SMP kembali digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, R ...

Berita
Kadindik Berharap ITF Bisa Meningkatkan Nilai Akademik

  HUMAS - Ratusan guru Kabupaten Malang berkesempatan menjadi peserta Indonesia Teaching Fellowship (I ...