Detail Berita

Webinar Kemenbud : Ini Profil Pelajar Pancasila dan Cara Pengembangannya

 

HUMAS  - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemdikbud) menetapkan 6 profil pelajar Pancasila.  Hal ini adalah implementasi dari Program Penguatan Pendidikan karakter yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018. 

Dalam acara Webinar di Jakarta, Kamis (22/7/2020),bertemakan "Kepala Sekolah dan Pengembangan Profil Pelajar Pancasila" Kepala SMPN 2 Garut Dr. Budi Suhardiman, M.Pd , menjelaskan 6 Profil Pelajar Pancasila, yakni: 

1. Beriman,Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia.
•    Memahami moralitas , spiritualitas, dam etika beradab yang merupakan  hasil dari pendidikan karakter.
2. Berkebhinekaan Global
•    Mencintai keberagaman budaya, agama dan ras di negaranya serta dunia, sekaligus menegaskan mereka juga warga global
3. Bergotong Royong
•    Memiliki kemampuan berkolaborasi agar bisa bekerja secara tim.
4. Mandiri
•    Secara independen termotivasi meningkatkan kemampuannya.
5. Bernalar Kritis
•    Memiliki kemampuan memecahkan masalah.
6. Kreatif
•    Menciptakan hal baru, berinovasi secara mandiri, dan mempunyai rasa cinta terhadap kesenian dan budaya.

 
Menurut Suhadirman, keenam profil pelajar Pancasila tersebut akan menjadi pilar inti dari pola pembelajaran. Pengembangan Profil Pelajar Pancasila bisa diwujudkan dalam empat hal. Ketua Aksi Kabupaten Garut ini menerangkan empat hal yang dimaksud adalah melalui pembiasaan, melalui pembinaan kesiswaan, melalui pembelajaran, dan melalui manajemen sekolah.


"Melalui Pembiasaan sesuai nilai beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa misalnya dalam bentuk kegiatan guru dan siswa berdoa bersama sebelum dan sesudah pembelajaran. Melakukan ibadah bersama sesuai agama dan kepercayaannya. Perayaan hari keagamaan dengan kegiatan yang sederhana dan khidmat,"ujarnya.


Selain itu Pembiasaan Nilai Kebhinekaan Global, menurutnya,  bisa diimplementasikan dalam bentuk kegiatan melaksanakan upacara bendera tiap hari senin. Menyanyikan lagu bernuansa patriotik dan rasa cinta tanah air. Mengenalkan beragam keunikan potensi daerah dan serta menguasai bahasa asing untuk mempelajari ilmu pengetahuan.


"Selanjutnya nilai pembiasaan gotong royong bisa diterapkan dengan berkolaborasi dengan teman sebaya, kerja kelompok, diskusi, tugas piket kelas, gerakan jumat bersih dan sebagainya,"terangnya melalui saluran Youtube GTK Kemenbud.

Berita Lain