Detail Berita

Kabid SMP: Hasil Asesmen Nasional sebagai Alat Refleksi Diri Sekolah untuk Perbaikan Pembelajaran

HUMAS - Komponen Asesmen literasi membaca dan numerasi dapat dibagi berdasarkan konten, proses kognitif, dan konteks. Ada beragam bentuk soal dalam AKM yakni  Pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, uraian. AKM dilaksanakan berbasis komputer dan bersifat adaptif, artinya pertanyaan yang disajikan bergantung kemampuan murid. 

"Jika murid dapat menjawab benar, maka siswa akan diberikan soal yang lebih kompleks. Jika menjawab salah, murid akan diberikan soal yang lebih sederhana," ujar Kepala Bidang SMP Bapa Koko Subagio.

Beliau menambakan Peserta AKM adalah seluruh satuan pendidikan baik sekolah, madrasah maupun kesetaraan. Tidak semua murid dapat mengikuti asesmen ini karena peserta akan dipilih secara acak. Peserta akan mengerjakan 4 jenis tes yakni tes literasi membaca, tes numerasi, tes survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Peserta mengerjakan asesmen selama dua hari.  Untuk jenjang SD, MI, dan Paket A. Asesmen dilakukan selama 75 menit per sesi tes dan pengisian angket (survey karakter dan survey lingkungan belajar) selama 20 menit. Untuk jenjang SMP/MTS dan Paket B/Wustha Asesmen dilakukan selama 90 menit per sesi tes dan pengisian angket selama 30 menit.

"Hasil Asesmen Nasional tidak ditujukan untuk individual murid tapi ditujukan untuk level sekolah dan daerah. Laporan ini digunakan sebagai alat refleksi diri sekolah untuk perbaikan pembelajaran,"terangnya.

Berita Lain