Detail Berita

Simulasi PTM Terbatas di Tk Kemala Bhayangkari 13 Kepanjen

Pemkabmalang, Dispendik- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bapak Rachmat Hardijono beserta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ully Nico Afinta memantau Simulasi Persiapan Tatap Muka (PTM) Terbatas di TK Kemala Bhayangkari 13 Kepanjen Kamis (08/04). Turut mendampingi, Kasatgas Covid 19 Letkol Inf Yusub Dody Sandra, Wakasatgas Covid-19 AKBP Hendri Umar, serta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) dari Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo dan Kota Batu. Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 13 Kepanjen, Sunarsiyatin, menuturkan protokol kesehatan akan diterapkan dengan ketat. Mulai pengantaran sampai penjemputan siswa.

"Saat pengantaran, wali murid hanya berhenti sampai gerbang. Lalu, siswa dicek suhu tubuh. Setelah itu siswa wajib mencuci tangan. Tas siswa juga harus ditaruh di meja. Biasanya kita suruh taruh di rak, ini untuk mencegah kerumunan. Bangku siswa maksimal lima dan durasi pembelajaran satu jam. Pulang pun juga begitu, siswa akan dicek suhu tubuhnya. Dan orang tua hanya menunggu di gerbang,"ujarnya.

Dijelaskan, jika pihaknya menemukan siswa dengan suhu tubuh diatas normal (37,4) maka pihaknya akan menyarankan siswa tersebut istirahat di rumah.Sunarsiyatin menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Hal ini , katanya, disampaikan oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari ,Ully Nico Afinta, saat memantau PTM di dalam kelas.

"Pertama, taplak meja sebaiknya dilipat. Untuk menghindari debu, Dipakai aja kalau perlu. Kedua, buku-buku yang ada sebaiknya disimpan dan dibungkus rapi, juga untuk menghindari debu. Ketiga, tempelan di dinding diganti dengan banner agar mudah dibersihkan setiap saat," tuturnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Kunjungan Kerja Ketua Yayasan Kemala Bhayangkara di YKB Cabang Kabupaten Malang.

Berita Lain